Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia

Mutiara Laut Selatanuntuk pasar dunia

ASBUMI menyatukan pembudidaya mutiara Indonesia dalam satu standar mutu, keberlanjutan laut, dan akses pasar global, menghadirkan South Sea Pearl terbaik bagi pembeli dan mitra di seluruh dunia.

South Sea Pearl · Budidaya berkelanjutan
43%

Pasokan mutiara laut selatan dunia

Bengen dkk., Mutiara Laut Selatan Penghela Ekonomi Biru Kepulauan Nusantara

112,9

Juta USD nilai ekspor mutiara 2023

Data KKP, dikutip dalam kajian Akhmad Fauzi

14

Provinsi sentra budidaya

Peta sebaran ASBUMI, 2023

23

Perusahaan anggota aktif

Tabel 1 data ASBUMI, dalam Bengen dkk.

Sumber: KKP, OEC, dan data ASBUMI 2023.

01Bukan Kerang Biasa

Kerang mutiara dan kerang konsumsi dua usaha yang berbeda

Keduanya kerang, keduanya menyaring makanan dari air laut. Yang membedakan bukan hewannya saja, melainkan apa yang dipanen, berapa lama menunggu, dan bagaimana hasilnya dinilai.

Kerang mutiara

Pinctada maxima

Yang dipanen: mutiara, lapisan nakre yang dibentuk tiram di sekeliling inti. Dagingnya bukan tujuan.
Waktu tunggu: dua sampai empat tahun setelah penyisipan inti, dan tidak ada cara mempercepatnya.
Cara kerja: tiap tiram ditangani satu per satu, dari penyisipan inti sampai pembersihan berkala.
Cara dinilai: kilau, bentuk, ukuran, warna, kebersihan permukaan, dan tebal nakre. Satu butir bisa berbeda jauh nilainya dari butir sebelahnya.

Kerang konsumsi

Kerang hijau, kerang dara, tiram konsumsi

Yang dipanen: dagingnya, sebagai bahan pangan.
Waktu tunggu: hitungan bulan, sekali panen habis satu rumpun.
Cara kerja: ditanam dan dipanen dalam kelompok besar, bukan per individu.
Cara dinilai: bobot, ukuran, dan kesegaran. Hasil satu rumpun relatif seragam.

Persamaannya justru yang paling penting bagi laut: keduanya hidup dari apa yang ada di air, sehingga keduanya menuntut perairan yang bersih. Bedanya, kegagalan pada kerang konsumsi ketahuan dalam satu musim, sedangkan pada mutiara baru terlihat setelah bertahun-tahun.

Untaian mutiara laut selatan
02Tentang ASBUMI

Wadah resmi pelaku usaha mutiara Indonesia

ASBUMI (Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia) adalah wadah bagi pelaku usaha budidaya mutiara di Indonesia yang berfokus pada pengembangan dan pelestarian mutiara laut selatan (South Sea Pearl).

Organisasi ini berdiri untuk memajukan pasar mutiara nasional. Bersama pemerintah, pelaku usaha, serta pemerhati mutiara di dalam dan luar negeri, ASBUMI membawa visi melestarikan laut dan menguatkan usaha mutiara Indonesia.

  • Mempromosikan budidaya mutiara yang bertanggung jawab
  • Mendorong grading dan standar kualitas mutiara
  • Menghubungkan mutiara dengan ekonomi biru
03Empat Pilar

Mutiara tidak tumbuh dari satu pihak saja

Pengembangan mutiara nasional bertumpu pada empat pemangku kepentingan. Yang di bawah ini adalah peran masing-masing, bukan janji ASBUMI atas nama mereka.

Pemerintah

Sedang diupayakan

Pengakuan resmi terhadap asosiasi, serta fasilitasi promosi mutiara Indonesia di dalam dan luar negeri.

Pembudidaya & pengusaha

Berjalan

Menjalankan budidaya kerang mutiara secara profesional, dari pembenihan sampai panen dan penilaian mutu.

Masyarakat

Fokus edukasi

Mengenal mutiara laut selatan dan membedakannya dari mutiara air tawar, sehingga tumbuh preferensi pada mutiara Indonesia.

Perguruan tinggi & lembaga riset

Penjajakan kerja sama dengan IPB dan BRIN

Riset pembenihan, perbaikan induk kerang, dan penanganan penyakit, sekaligus menarik minat generasi muda pada budidaya kelautan.

04Wilayah Budidaya

Empat belas provinsi, satu untaian

Sentra budidaya mutiara laut selatan membentang dari Sumatera hingga Papua, mengikuti perairan yang masih bersih. Urutannya barat ke timur, seperti untaian yang dironce sepanjang khatulistiwa.

06 / 14

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara

Perairan yang paling banyak menghasilkan mutiara laut selatan. Lombok dikenal sebagai Pulau Mutiara.

Sebaran lokasi budidaya menurut data ASBUMI 2023 · urutan barat ke timur

05Standar Kualitas

Enam parameter, satu penilaian ISSP

Indonesia South Sea Pearl (ISSP) adalah sebutan kualitas untuk mutiara yang tumbuh di perairan Indonesia. Setiap butir dinilai terhadap enam parameter yang sama, sehingga pembeli dan pelaku industri dapat membaca tingkat mutunya tanpa menebak.

01

Kilau

Pantulan dalam yang lahir dari lapisan nacre tersusun rapi

02

Ukuran

Umumnya 10–15 mm, ukuran yang membuat mutiara laut selatan dikenal

03

Bentuk

Dari round sempurna hingga baroque yang bernilai justru karena keunikannya

04

Warna

Putih, perak, hingga emas alami dari tiram berbibir emas

05

Permukaan

Kebersihan permukaan dari noda, bintik, dan cekungan

06

Ketebalan nacre

Lapisan yang menentukan daya tahan sekaligus kedalaman kilau

IQPL

Indonesia Quality Pearl Label

Mutiara yang memenuhi kriteria ISSP memperoleh IQPL, sertifikasi resmi yang menandai bahwa sebutir mutiara benar-benar Mutiara Laut Selatan Indonesia dengan mutu terbaik. Label ini bukan alat pemasaran semata, melainkan jaminan bahwa nilai yang dibayar pembeli memang ada pada butirnya.

07Kemitraan

Mari berbisnis mutiara bersama ASBUMI

Untuk pembeli, eksportir, rumah perhiasan, dan mitra institusi. Terhubung dengan jaringan pembudidaya mutiara tepercaya di Indonesia.

Pembeli & Importir

Akses pasokan South Sea Pearl langsung dari sumber budidaya tepercaya.

Brand Perhiasan

Mitra bahan baku mutiara premium dengan standar mutu terjaga.

Pembudidaya

Bergabung menjadi anggota, perkuat posisi tawar dan akses pasar.

08Hubungi Kami

Mulai percakapan

Tim kami siap membantu kebutuhan dagang dan kemitraan Anda.

Informasi Kontak
Jakarta, Indonesia
Email
asbumi.id@gmail.com
Kami biasanya membalas dalam 1–2 hari kerja.