Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia

Mutiara Laut Selatan Indonesiakebanggaan bangsa

Laut Indonesia menghasilkan mutiara dengan keindahan dan nilai yang dikenal dunia. Melalui edukasi dan informasi, ASBUMI mendukung kemajuan industri mutiara Indonesia sekaligus mengajak menjaga kelestarian laut tempat mutiara tumbuh.

Indonesia, produsen Mutiara Laut Selatan terbesar di dunia
43%

Pasokan mutiara laut selatan dunia

Bengen dkk., Mutiara Laut Selatan Penghela Ekonomi Biru Kepulauan Nusantara

67,2

Juta USD nilai ekspor mutiara 2025

Badan Pusat Statistik (BPS)

14

Provinsi sentra budidaya

Peta sebaran ASBUMI, 2023

22

Perusahaan anggota aktif

Daftar anggota ASBUMI, Oktober 2026

Sumber setiap angka tercantum di bawahnya.

01Bukan Kerang Biasa

Kerang mutiara dan kerang konsumsi dua usaha yang berbeda

Keduanya kerang, keduanya menyaring makanan dari air laut. Yang membedakan bukan hewannya saja, melainkan apa yang dipanen, berapa lama menunggu, dan bagaimana hasilnya dinilai.

Kerang mutiara

Pinctada maxima

Yang dipanen: mutiara, lapisan nakre yang dibentuk tiram di sekeliling inti. Dagingnya bukan tujuan.
Waktu tunggu: dua sampai empat tahun setelah penyisipan inti, dan tidak ada cara mempercepatnya.
Cara kerja: tiap tiram ditangani satu per satu, dari penyisipan inti sampai pembersihan berkala.
Cara dinilai: kilau, bentuk, ukuran, warna, kebersihan permukaan, dan tebal nakre. Satu butir bisa berbeda jauh nilainya dari butir sebelahnya.

Kerang konsumsi

Kerang hijau, kerang dara, tiram konsumsi

Yang dipanen: dagingnya, sebagai bahan pangan.
Waktu tunggu: hitungan bulan, sekali panen habis satu rumpun.
Cara kerja: ditanam dan dipanen dalam kelompok besar, bukan per individu.
Cara dinilai: bobot, ukuran, dan kesegaran. Hasil satu rumpun relatif seragam.

Satu tiram, dari larva sampai siap disisipi inti

Larva di hatchery
Spat menempel di tali kolektor
Tiram muda di jaring pocket
Tiram dewasa: lebih dari 10 cm setelah 1–1,5 tahun

Tahapan dan ukuran menurut materi Proses Budidaya Mutiara ASBUMI.

Persamaannya justru yang paling penting bagi laut: keduanya hidup dari apa yang ada di air, sehingga keduanya menuntut perairan yang bersih. Bedanya, kegagalan pada kerang konsumsi ketahuan dalam satu musim, sedangkan pada mutiara baru terlihat setelah bertahun-tahun.

02Tentang ASBUMI

Wadah resmi pelaku usaha mutiara Indonesia

ASBUMI (Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia) adalah wadah bagi pelaku usaha budidaya mutiara di Indonesia yang berfokus pada pengembangan dan pelestarian mutiara laut selatan (South Sea Pearl).

Organisasi ini berdiri untuk memajukan pasar mutiara nasional. Bersama pemerintah, pelaku usaha, serta pemerhati mutiara di dalam dan luar negeri, ASBUMI membawa visi melestarikan laut dan menguatkan usaha mutiara Indonesia.

  • Mempromosikan budidaya mutiara yang bertanggung jawab
  • Mendorong grading dan standar kualitas mutiara
  • Menghubungkan mutiara dengan ekonomi biru
03Jelajahi

Budidaya, mutiara, dan laut yang menjaganya

Tiga hal yang dibahas situs ini: bagaimana mutiara dibudidayakan, apa yang membuatnya bernilai, dan laut tempat semuanya bergantung.

04Dari laut ke mutiara

Empat tahun untuk sebutir mutiara

Dari pemilihan benih sampai panen, budidaya mutiara memakan waktu sekitar empat tahun. Tiram dirawat di laut satu per satu, dan tiap tahap punya penjaganya sendiri.

Selengkapnya tentang budidaya

Benih

Spat dikumpulkan dari alam atau dihasilkan di hatchery. Ketersediaan induk unggul menentukan segalanya sejak titik ini.

Pembesaran

2–3 tahun

Tiram digantung dalam panel jaring dari rakit apung, dibersihkan berkala dari biofouling, sampai cangkangnya mencapai 20–25 cm.

Nukleasi

Inti dari cangkang dan sepotong jaringan mantel disisipkan lewat prosedur bedah. Keterampilan teknisi pada tahap ini menentukan apakah butirnya nanti bernilai.

Pengendapan nacre

2–4 tahun

Tiram melapisi inti dengan nacre, lapis demi lapis. Tidak ada cara mempercepatnya; yang bisa dilakukan hanya menjaga air dan kesehatan tiramnya.

Panen

Mutiara diambil, dicuci, disortir, dan dinilai. Sebagian besar pembudidaya baru memperoleh keuntungan pada panen kedua atau ketiga.

Gulir untuk mengikuti tahapannya

05Empat Pilar

Mutiara tidak tumbuh dari satu pihak saja

Pengembangan mutiara nasional bertumpu pada empat pemangku kepentingan. Yang di bawah ini adalah peran masing-masing, bukan janji ASBUMI atas nama mereka.

Pemerintah

Berada di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan

Pengakuan resmi terhadap asosiasi, serta fasilitasi promosi mutiara Indonesia di dalam dan luar negeri.

Pembudidaya

Memfasilitasi penyampaian aspirasi serta kebutuhan para anggota dan memberikan wadah penyelesaian yang solutif.

Menjalankan budidaya kerang mutiara secara profesional, dari pembenihan sampai panen dan penilaian mutu.

Masyarakat

Edukasi, pemberdayaan, dan CSR

Tidak hanya mengenal mutiara laut selatan dan membedakannya dari mutiara air tawar. Budidaya mutiara juga memberdayakan masyarakat di sekitar lokasi budidaya: menyerap tenaga kerja untuk berkarya, mengembangkan tenaga ahli pengolahan produk turunan tiram mutiara, dan menjalankan program CSR.

Perguruan tinggi & lembaga riset

Kolaborasi kegiatan penelitian dan pengembangan pengetahuan

Riset pembenihan, perbaikan induk kerang, dan penanganan penyakit, sekaligus menarik minat generasi muda pada budidaya kelautan.

06Wilayah Budidaya

Empat belas provinsi, satu untaian

Sentra budidaya mutiara laut selatan membentang dari Sumatera hingga Papua, mengikuti perairan yang masih bersih. Urutannya barat ke timur, seperti untaian yang dironce sepanjang khatulistiwa.

06 / 14

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara

Perairan yang paling banyak menghasilkan mutiara laut selatan. Lombok dikenal sebagai Pulau Mutiara.

Sebaran lokasi budidaya menurut data ASBUMI 2023 · urutan barat ke timur

Kilau
Warna
Bentuk dan ukuran
07Standar Kualitas

Enam parameter, satu penilaian ISSP

Indonesia South Sea Pearl (ISSP) adalah sebutan kualitas untuk mutiara yang tumbuh di perairan Indonesia. Setiap butir dinilai terhadap enam parameter yang sama, sehingga pembeli dan pelaku industri dapat membaca tingkat mutunya tanpa menebak.

01

Kilau

Pantulan dalam yang lahir dari lapisan nacre tersusun rapi

02

Ukuran

Umumnya 9–12 mm dan bisa lebih besar, ukuran yang membuat mutiara laut selatan dikenal

03

Bentuk

Dari round sempurna hingga baroque yang bernilai justru karena keunikannya

04

Warna

Putih, perak, hingga emas alami dari tiram berbibir emas

05

Permukaan

Kebersihan permukaan dari noda, bintik, dan cekungan

06

Ketebalan nacre

Lapisan yang menentukan daya tahan sekaligus kedalaman kilau

IQPL

Indonesia Quality Pearl Label

Mutiara yang memenuhi kriteria ISSP memperoleh IQPL, sertifikasi resmi yang menandai bahwa sebutir mutiara benar-benar Mutiara Laut Selatan Indonesia dengan mutu terbaik. Label ini bukan alat pemasaran semata, melainkan jaminan bahwa nilai yang dibayar pembeli memang ada pada butirnya.

08Karya mutiara Indonesia

Mutiara, perhiasan untuk semua

Kalung, anting, bros, dan kerajinan kulit tiram dari mutiara laut selatan Indonesia: dikenakan dalam gaya formal maupun sehari-hari, dipadukan dengan emas dan batu permata, dan dirangkai perajin Indonesia.

Lihat seluruh galeri
09Kegiatan ASBUMI

Hadir di lapangan dan di forum

Dari bantuan bagi korban gempa hingga bimbingan teknis dan pameran: sebagian kegiatan asosiasi dalam beberapa tahun terakhir.

Lihat seluruh galeri
ASBUMI Peduli Gempa Flores2026
Bimtek MPM CPIB2025
INDO LIVESTOCK2025
Indonesia Pearl Festival2017
11Hubungi Kami

Mulai percakapan

Kami terbuka untuk pertanyaan, masukan, dan peluang kolaborasi dari anggota, pelaku usaha, pemerintah, lembaga riset, media, dan masyarakat.

Informasi Kontak
Jl. Wisma Jaya No. 8, Rawamangun, Jakarta Timur 13230
Kami biasanya membalas dalam 1–2 hari kerja.