Posted by

·

Budidaya Mutiara

Ekosistem Budidaya  Mutiara

Budidaya mutiara adalah budidaya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dan biasanya berada didaerah terpencil, meningkatkan ekonomi bagi masyarakat  yang sulit dijangkau serta menciptakan terumbu karang buatan yang membantu mata pencaharian biota laut lainnya.

Pinctada Maxima jenis kerang mutiara yang dibudidayakan di Indonesia dalam pertumbuhan kerangnya membutuhkan fitoplankton sebagai sumber gizi bagi kerang, dimana fitoplankton tumbuh kembang dengan mendapatkan nutrisi tidak hanya di perairan laut sekitar budidaya tetapi juga dari gunung dan sungai sekitarnya. Sehingga ekosistem sekitar perairan lokasi budidaya perlu dijaga dan dilindungi untuk kelangsungan usaha budidaya mutiara laut.

Posisi Perdagangan Mutiara Indonesia di Dunia

Keseimbangan supply dan demand mutiara tidak hanya tergantung dengan mutiara laut selatan saja (southsea pearl / SSP) tetapi juga berkaitan dengan supply jenis mutiara lain nya (Akoya (jepang); mutiara hitam (Tahiti);dan mutiara air tawar  (Cina) dan perhiasan batu mulia (gems stone ; diamond, ruby etc;  jewelry dan jam tangan mewah).

Produsen mutiara laut selatan (Southsea Pearl) dunia dengan ranking harga terbaik adalah Australia, Indonesia, Philipina dan Myanmar, posisi Indonesia walaupun sejak  tahun 2015 menjadi produsen terbesar di dunia, dalam nilai harga masih dibawah SSP Australia.

Induk yang digunakan merupakan induk hasil budidaya. Umur induk yang dipilih yaitu > 4 tahun, ukuran > 10 cm dan telah matang gonad.

Umumnya setelah 30 menit pemijahan maka induk betina akan mengeluarkan telur, sejak sperma dimasukkan ke dalam wadah. 

Larva kerang usia 20 Hari

Larva berusia 45-60 hari yang telah menempel pada media tali kolektor.

Kerang berusia 2-3 bulan yang telah siap untuk penjarangan kedalam pocket net.

Kerang dengan usia 4-5 bulan, dilakukan pemeliharaan dengan media pocket net.

Kerang berusia 7-9 bulan, pemeliharaan dengan media pocket net.

Setelah proses pemeliharaan larva di kolektor, maka spat dipindahkan ke pocket. Pemeliharaan di keranjang (pocket) dilakukan dengan metode longline hingga tiram berukuran >10 cm (1-1,5 tahun).

Kerang size 9cm up, siap diseleksi untuk operasi penanaman inti Mutiara (insersi).  

Sebelum operasi akan dipilih beberapa tiram mutiara yang mempunyai kualitas kulit (mother of pearl) terbaik dan sehat.

Tindakan operasi yang dilakukan adalah teknisi akan melakukan penyayatan/pemotongan tipis pada bagian tertentu. Kemudian pada bagian yang telah disayat tersebut teknisi akan memasukkan inti mutiara (nucleus) dimasukkan kedalam disertai dengan sepotong saibo,dan peletakannya harus bersentuhan dengan inti mutiara.

Tiram yang baru selesai OP dimasukkan dalam keranjang dan diletakan dilaut kemudian dibolak-balik posisinya atau disebut Tento. Proses pembentukan inti/bakal mutiara terjadi karena respon biologis akibat adanya benda asing (nukleus) yang dimasukan ke dalam tubuh tiram. Akibat masuknya benda asing tersebut, tiram mengeluarkan cairan nacre (mother of pearls) yang melapisi nukleus dan akhirnya menghasilkan mutiara. 

Pemeliharaan kerang dalam pocket net di laut, untuk menjadikan butiran mutiara yang baik dibutuhkan waktu hampir 2 (dua) tahun. 

Panen mutiara dilakukan apabila usia pasca operasi telah diperkirakan memberikan pelapisan yang optimal. Pada saat teknisi melakukan panen mutiara, hasil mutiara akan diambil secara berhati-hati untuk memperkecil kematian kerang mutiara.

Hasil yang didapatkan pada saat panen Mutiara beragam, oleh karena itu beberapa karakteristik kualitas mutiara yang ditentukan dari : 

Luster (Kilau)

Size (Ukuran)

Shape (Bentuk)

Colour (Warna) 

asbumi Avatar

About the author