ASBUMI Membutuhkan Kebijakan Regulasi yang Kondusif                                                      

Posted by

·

‘ASBUMI Soroti Potensi dan Tantangan Industri Mutiara di Indo Livestock 2025 Expo & Forum

Sesi Talkshow Dari Laut Nusantara Ke Pasar Dunia.


Jakarta, 3 Juli 2025 — Dalam sesi talkshow pada event Indo Livestock 2025 Expo & Forum, Ketua Umum Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (ASBUMI) menyampaikan perkembangan penting terkait industri mutiara nasional. Dalam diskusi tersebut, ia mengungkapkan bahwa Indonesia telah mencatatkan produksi lebih dari 11 ton mutiara laut selatan pada tahun 2024, dengan ekspor mencapai lebih dari USD 140 juta, menempatkan Indonesia sebagai produsen terbesar di dunia untuk jenis mutiara ini.

Pasar ekspor utama saat ini adalah Hong Kong dan Jepang, dengan permintaan dari Tiongkok yang terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun. Ketua ASBUMI menekankan bahwa potensi pengembangan industri mutiara Indonesia masih sangat besar, baik dari sisi kapasitas produksi maupun pengembangan kualitas produk.

Ketua Umum ASBUMI Ibu Nelia Suhaimi Menjadi Salah Satu Pembicara Dalam Sesi Talkshow Dari Laut Nusantara Ke Pasar Dunia

Namun, ia juga menggarisbawahi berbagai tantangan yang masih membayangi pertumbuhan industri, seperti regulasi dan beban pungutan, antara lain tarif pemanfaatan ruang laut, retribusi daerah, serta proses karantina yang memakan waktu lama. “Kami membutuhkan kebijakan yang berpihak pada upaya menjaga kelestarian laut dan mendukung ekonomi masyarakat pesisir,” tegasnya dalam sesi dialog.

Ia juga mengangkat pentingnya peningkatan kesadaran pasar dalam negeri, mengingat konsumsi dan apresiasi terhadap produk mutiara Indonesia di dalam negeri masih sangat rendah. “Banyak masyarakat belum tahu bahwa mutiara terbaik di dunia berasal dari Indonesia. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar,” ujarnya.

Menurut ASBUMI, budidaya mutiara merupakan bagian integral dari ekonomi biru yang berkelanjutan, karena bergantung pada laut yang bersih dan sehat, serta memberikan lapangan kerja bagi masyarakat pesisir. Proses budidaya yang membutuhkan waktu hingga 4 tahun—dari larva hingga panen—mencerminkan dedikasi pelaku industri terhadap kualitas dan pelestarian lingkungan laut. Menutup sesi talkshow, Ketua Umum ASBUMI menyerukan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas. Ia menegaskan bahwa ASBUMI siap berkolaborasi agar mutiara Indonesia tidak hanya bersinar di pasar dunia, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan nasional.


Kontak Media:
Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (ASBUMI)
Website: www.asbumi.id
Email: asbumi.id@gmail.com
Instagram: @asbumi.id
Telp: +62-813-1888-6939

asbumi Avatar

About the author